Translate

Senin, 19 Januari 2015

Nikah



Ada seorang shaleh yang selalu menolak jika ditawari menikah, tiba-tiba pada suatu hari dia terbangun dari tidur dan berkata : “Nikahkanlah aku, nikahkanlah aku.”
Orang-orangpun bertanya : “Mengapa tiba-tiba kamu minta nikah padahal selama ini engkau senantiasa menolak?”
Orang shaleh itu menjawab : “Semoga aku dikaruniai anak, sehingga menjadi perintis pendahuluan bagiku ke Akhirat.”
Orang-orangpun bertanya lagi : “Apa maksud kata-kata kamu ini ?”
Orang shaleh itu kemudian bercerita : “Aku bermimpi seakan hari Kiamat tiba dan aku berdiri bersama orang-orang di Mahsyar, dengan rasa yang amat haus sehingga hampir mematahkan leherku. Tiba-tiba aku melihat anak-anak kecil membawa gelas perak yang ditutupi sapu tangan dari cahaya. Anak-anak itu menerobos dikerumunan orang untuk memberi minum satu-satu.”
Lalu aku pun mengulurkan tanganku pada mereka dan berkata : “Berikanlah padaku, aku juga sangat haus.”
Tiba-tiba anak-anak kecil itu melihat padaku dan berkata : “Anda tidak mempunyai anak di kalangan kami dan kami hanya memberi minum kepada ibu dan bapak kami”.
Aku pun bertanya : “Siapakah kamu?”
Mereka menjawab : “ Kami anak-anak kecil yang telah mati dari kaum muslimin.” (Irsyadul ‘Ibad)

Peringatan Maulid Nabi




Allah Swt berfirman :
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapakanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-ahzab : 56.)
Amanat presiden Pertama RI Ir. Soekarno pada peringatan maulid Nabi Muhammad Saw, di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, tanggal 6 Agustus 1963. (Penerbitan Sekretariat Negara No. 618/1963).
“...Suatu sore saya dibawa oleh Presiden Suriah Sukri Al-Kuwatly ke makam Salahuddin..”
Lantas Presiden Kuwatly bertanya kepada saya : “Apakah Presiden Soekarno mengetahui siapa yang dimakamkan disini..?”
Saya berkata : “Saya tahu, of course I know. This is Salahuddin, the great warrior.”
Presiden Kuwatly berkata : “Tetapi ada satu jasa Salahuddin yang barangkali Presiden Soekarno belum mengetahui..”
“What is that..?” , saya bertanya.
Jawab Presiden Kuwatly : “Salahuddin inilah yang mengobarkan api semangat Islam, api perjuangan Islam dengan cara memerintahkan kepada umat Islam supaya tiap tahun diadakan perayaan maulid nabi.”










(Dari Buletin Jum’at Al-Mihrab edisi 133)

Di Balik Kemiskinan




Di riwayatkan dari Ibnu Asaakir :
“Sesungguhnya yang lebih banyak susahnya di dunia ialah yang lebih sedikit susahnya di akherat. Dan yang lebih banyak kenyangnya di dunia ialah yang lebih banyak laparnya di akherat.”
Syaqiq Azzahid berkata : “Orang-orang miskin memilih tiga perkara dan orang-orang kaya juga memilih tiga perkara yaitu :
Orang-orang miskin memilih :
·        Kesenangan jiwa dan
·        Kekosongan hati dan
·        Ringannya hisab
Orang-orang kaya memilih :
·        Sibuknya hati
·        Penatnya fikiran
·        Beratnya hisab
Rasulullah bersabda :
“Kekayaan itu bukan karena banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Do’a Nabi tentang hidup miskin :
“Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikan aku dalam keadaan miskin dan bangkitkan aku bersama golongan orang-orang miskim.” (HR. At-Tirmidzi)

Selasa, 13 Januari 2015

Perasaanku-Adista

Ketika kau tertawa..
Ku pandang dengan pasti..
Oo dirimu menarik hatiku..
Dan biarkanku menatapmu..
Dengan perasaanku...
Yang menggebu tiada henti..
Andaikan engkau mengerti..
Perasaaku saat ini..
Namun engkau tak mengerti itu..
Aku pemujamu disini..
Yang tak engkau kenali..
Sedikitpun sepercikpun itu..
Tah ada ku pilih dirimu saat aku mencoba merayu..
Menyusuri ruang hatimu tang tepat tak dapat ku sentuh..
Semua ini hanyalah angan-anganku yang terlalu jauh..

Senja

Pandangi indahnya mentari..
Tuk mengerti apa yang terjadi..
Ku resapi alur jalan ini..
Sampai nanti engkau kan ku miliki..
Senja yamg tlah lama pergi..
Kini datang kembali..
Namun ku takut tersakiti..
Namunku takut tuk dustai..
Aku memang begini..
Kuadari rendah diri ini..
Yang ku punya cinta tulus dan suci..
Yang tterdalam dari hati ini..
Rasakan apa yang ku rasakan..
Redupnya jiwa ini,,
Gelapnya jalan mimpi,,
Impian yang tak pernah bertepi..
Kini tlah engkau terangi wahai pujaan hati..
Menetes basahi jiwa ragaku..
Tutupi akal sehatku..
Indahnya bersamamu..

Jumat, 09 Januari 2015

Saranghae Adista

Rasa sakit ini sangatlah perih..
Sungguh sakit sakit sakit kurasa..
Kau buatku hancur dan tak berharap..
Kau bilangku hanya sebatas teman..
Tapi hati ini sungguh tak bisa..
Menerima semua yang kau katakan..
Dirimu.. selalu..selalu ada di hatiku..
Tak bisa diriku..diriku..
Untuk melupakan..
Aku tak bisa melupakanmu begitu saja..
Begitu saja lupakan dirimu..
Lupakan dirimu saranghae..
Aku tak bisa menjauh darimu begitu saja..
Begitu saja lepaskan dirimu..
Lepaskan dirimu saranhae..